Pesta perawan – 2 Seks Sedarah Terbaru

On April 16th, 2014 by admin | No Comments | Posted in Sedarah

CeritaSeksTerbaru.info –
Seperti tipikal orang Indonesia bagian daerah paling timur, cowok ini hitam tinggi besar dengan postur sedikit gemuk, janggut dan cambang yang tidak pernah dirapikan dengan rambut keritingnya yang dipelihara panjang ditambah dengan caranya memakai kemeja yang tidak pernah dikancingkan dengan benar sehingga memamerkan dadanya yang penuh bulu. Dengan asesoris kalung, gelang dan cincin emas, arloji rolex yang dihiasi berlian…, cukup menunjukkan bahwa dia ini orang yang memang punya duit. Namun, aku menjadi muak dengan penampilan seperti itu.

Dino memang salah satu jawara di kampus, anak buahnya banyak dan dengan kekuatan uang serta gaya jawara seperti itu membuat dia menjadi salah satu momok yang paling menakutkan di lingkungan kampus. Dia itu mahasiswa lama, dan mungkin bahkan tidak pernah lulus, namun tidak ada orang yang berani mengusik keberadaannya di kamus, bahkan dari kalangan akademik sekalipun.

“Gimana? Masih tidak mau masuk?”, tanya dia setengah mendesak.

Aku tertegun sesaat, belum mau masuk. Aku memang sangat tidak menyukai laki-laki ini, Tetapi kelihatannya aku tidak punya pilihan lain, bisa-bisa semua orang tahu apa yang kuperbuat dengan pak Hr, dan aku sungguh-sungguh ingin menjaga rahasia ini, terutama terhadap Erwin, tunanganku. Namun saat ini aku benar benar terdesak dan ingin segera membiarkan masalah ini berlalu dariku. Makanya tanpa pikir panjang aku mengiyakan saja ajakannya.

Dino

Tempat kost Cerita Seks Terbaru

On April 15th, 2014 by admin | No Comments | Posted in Umum

CeritaSeksTerbaru.info –
Anti sama sekali tidak percaya apa yang sedang terjadi pada dirinya, pandangannya berkunang-kunang dan tubuhnya memar-memar, ia menatap tubuh-tubuh yang samar-samar dan perlahan melepaskan sisa-sisa pakaian yang ada di tubuhnya. Tatapan mata minta kasihan dari Anti tidak diperhatikan oleh sekitar 20 pria yang kost di tempat itu. Saat itu ia ada di dalam kamar tidur tantenya. Tantenya itu membuka tempat kost bagi karyawan, dan ada sekitar 20 pria dari berbagai kalangan yang kost di tempat itu. Sekarang ini tantenya sedang ada di luar negeri, dan ia diserahi tugas untuk mengawasi tempat itu, tapi tepat tiga hari setelah tantenya berangkat, ketika ia sedang terlelap tidur tiba-tiba beberapa orang mendobrak masuk dan menyeretnya langsung dari tempat tidur ke dalam kamar tidur tantenya yang besar. Di dalam kamar itu telah berkumpul seluruh pria yang kost di situ yang semua telah telanjang, dan ia juga langsung diperintahkan untuk melucuti bajunya kalau tidak ingin menderita.

Sekarang di depan Anti sudah berdiri seorang bertubuh kekar dan hitam, yang berkilat-kilat ditimpa cahaya. Bentuk kemaluan pria itu membuat Anti panik. Bagaimana mungkin seorang pria mempunyai penis yang demikian besar, hingga sekitar 30 senti dengan bentuk yang kekar dan berurat. Dari kegelapan muncul dua orang pria lagi yang telah telanjang juga dengan penis lebih panjang dan besar dari apapun yang pernah Anti lihat atau dengar. Apa yang ditakutkan Anti akan segera

Late hours Cerita Seks Terbaru

On April 15th, 2014 by admin | No Comments | Posted in Umum

CeritaSeksTerbaru.info –
Gentlemen, this is Yulita, our new creative director, kata Mr. Jansen, chief executive media memperkenalkan cewek semampai bersetelan jas pantalon resmi di sisinya. Si cewek tersenyum kecil pada kami. Sombong amat! Makiku dalam hati. Dia ngoceh dalam bahasa Inggris pada Mr. Jansen yang menunjukkan mejanya, persis di seberang mejaku. Si Yuli melirik sekilas padaku, angkuh. Ill use my own laptop, katanya, seakan meragukan kapasitas deretan Macintosh biro iklan kami. Dari balik monitorku sesekali kutengok ia. Tidak cantik amat, tapi apa ya? Chic? Sensual? Bibirnya itu lho! Terpikir olehku, bagaimana rasanya.

Seharian si Yuli duduk di depanku, ia nyaris tak bersuara. Suaranya yang rendah itu dihematnya untuk bicara soal pekerjaan saja. Selebihnya, sepi! Tidak kenalan, tidak say hi. Pokoknya duduk diam dan asyik mengetik dan ceklak-ceklik dengan mouse-nya. Saat makan siang pun Yuli makan dengan diam-diam. Seloroh-seloroh nakal (bahkan bejat) yang sering dilontarkan teman-teman paling-paling ditanggapinya dengan mengangkat sudut bibirnya saja. Selesai makan siang, kami yang mayoritas laki-laki merokok, kecuali Endah, front-officer merangkap sekretaris dan Bu Sintha, kepala divisi marketing, serta Ratri bagian rumah tangga merangkap perpustakaan. Si Yuli merogoh Marlboro Light dan Zippo dari sakunya. Busyet! Kosmopolitan, nih! Sampai dua bulanan berikutnya si Yuli tetap seperti gunung es. Dingin, diam, tanpa basa-basi. Ia bekerja dengan

Older Posts »